Cerita Rakyat Desa Artjawinangoen Purwokerto - Astana Dhuwur

Komentar · 471 Lihat

Cerita Rakyat dari sisi sejarah purbakala Desa Artjawinangoen, dan Situs Makam Mbah Kerta dengan Nama Astana Dhuwur, di Purwokerto Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah

Cerita Rakyat atau Folks adalah cerita yang diinfokan turun temurun lewat lisan, tiap keturunan yang panjang, seperti naturalnya orang, untuk menambah menariknya cerita, kadang dibumbui dengan tambahan cerita karangan atau fiction. Sehingga inti cerita yang mungkin kisah nyata menjadi kabur. Tapi cerita ini sering didapatkan bukti-bukti berupa prasasti, batu yang menunjukkan simbol tertentu, atau makam yang masih utuh nisannya. Bisa jadi itu sebagai bahan pembuktian, bisa juga ceritanya yang memasukkan benda tersebut sebagai bukti, bahwa ceritanya kelihatan Nyata. Apapun itu ceritanya, cukup untuk bisa sebagai pengetahuan dan imaginasi pengantar tidur anak-anak.

Seperti judul artikel ini, cerita rakyat mengenai desa Artjawinangun ini, yang sudah ada lama sebelum Kota Purwokerto ada. Disinilah konon pendiri Kota Purwokerto tinggal. Dengan adanya Makam Kyai Kerta yang disebut Astana Dhuwur (SitiHinggil - Istana Atas/Tinggi).

Saat pendiri Kadipaten Purwokerto itu hidup, Nama Desa tempat tinggal beliau adalah Desa Peguwon, sepanjang pinggir sungai Kali (sungai-Ind) Pelus. Purwokerto sendiri ada yang mengatakan berasal gabungan dua kerajaan jaman Purba, Yaitu Kerajaan Purwacarita dan Kerajaan Pasir Luhur Kertawibawa. Pendiri Kadipaten Purwokerto itu adalah Adipati Martadiredja II, disebut nama Purwokerto pada tanggal 6 Oktober 1832.

Sedang Desa Artjawinangoen ini berasal dari ditemukannya beberapa patung dewa Hindu, dan juga Artefak Buddha, dan Bekas Candi Zaman Ratu Shima. Artinya Artja (patung) yang ditemukan.

Sejarah panjang Desa Artjawinangun itu, karena ditemukannya menhir-menhir yang disinyalir dari zaman purbakala. Dan ditemukannya dilokasi Kuburan Arcawinangun. Dari penelitian sejarah, Kuburan Arcawinangun yang masih ada saat ini, adalah termasuk situs sejarah yang penting. Karena ditemukannya artefak-artefak dari periode jaman yang berbeda, sampai zaman prasejarah. Dengan ditemukannya Patung Ganesha dan patung lain yang sezaman dengan Patung-patung Candi Prambanan.

Disinilah muncul Cerita Rakyat mengenai asal-usul Nama Arcawingangun, Selain Zaman sejarah, dari situs kuburan Arca ini, juga ada periode penyebaran Agama Hindu (Makam Mbah Kerta) dan Buddha (Makam Panjang) sebelumnya. Info lain Makam Mbah Kerta ini sudah ada dari tahun 784 M, diteliti diurut silsilahnya menunjuk sampai ke Ratu Sima Kerajaan Ho-ling. 

Ada juga Makam Mbah Rawen seorang perempuan yang merantau sampai Arcawinangun, kalau diurut sejarah. Sampai ke Silsilah Majapahit. Ada juga penemuan-penemuan yang menunjukkan Balaputradewa sempat singgah di Arcawinangun, sebelum akhirnya merantau ke sumatra dan mendirikan Kerajaan Sriwijaya.

Sehingga Cerita Rakyat atau folks yang banyak versi ini bisa disebutkan juga sebagai kekayaan budaya yang melengkapi cerita sejarah Desa Artjawinangoen atau arcawinangun. Selengkapnya bisa di baca disini.

 

 

Purwokerto

Komentar