Kenapa Epidemi Virus Lebih Mengerikan Dibandingkan Perang Nuklir

Komentar · 83 Lihat

Dulu, diera tahun 1980 saat terjadi Cold War (Perang Dingin) antara blok Amerika Serikat dan blok Uni Soviet, masih lazim melihat rumah penduduk memiliki ruang bawah tanah. Ruangan itu dipersiapkan jika perang nuklir pecah. Bagaimana sekarang?

Ketika dunia memasuki era tahun 1980-an,  bahaya terbesar yang ditakuti banyak orang adalah perang nuklir.  Itu sebabnya di era tahun itu banyak orang menyimpan tong berisi makanan dan air di bawah tanah. 

Ketika serangan nuklir terjadi, orang akan pergi ke ruang bawah tanah, duduk, dan makan dari tong itu.  Hari ini, risiko terbesar dari bencana global  tidak terlihat seperti itu.  

Saat ini orang akan mengalami bahaya terbesar yang dapat merenggut jutaan nyawa manusia tanpa melakukan perang. Bukan roket atau bom yang ditakuti orang saat ini. Tapi kuman dan virus.

Salah satu alasan mengapa ini terjadi adalah bahwa manusia telah banyak berinvestasi dalam mencegah serangan nuklir.  Tetapi manusia telah berinvestasi sangat sedikit dalam sistem pencegahan epidemi.  

Umat manusia sepertinya tidak siap menghadapi epidemi seperti Covid 19 saat ini. Sebelum ini, coba kita mundur sejenak melihat epidemi Ebola.  Aku yakin kita semua kenal Ebola, meski hanya melalui koran atau televisi dan internet. 

Aku mengikuti perkembangannya dengan hati-hati menggunakan alat analisis kasus yang sering digunakan untuk membasmi polio.  Dan ketika kita melihat bagaimana prosesnya,  masalahnya bukan karena tidak ada sistem yang tidak bekerja dengan cukup baik, masalahnya adalah umat manusia tidak memiliki sistem sama sekali.  

Bahkan, ada beberapa hal mendasar yang hilang. Manusia bumi tidak memiliki sekelompok ahli epidemiologi siap yang akan pergi ke lapangan melihat apa penyakitnya, seberapa luas penyebarannya. Laporan kasus datang dalam surat.  Mereka terlambat sebelum online dan sangat tidak akurat.

Umat manusia seperti panik dalam menyiapkan tim medis karena memang tidak punya cara untuk mempersiapkan orang saat tiba-tiba Covid 19 muncul.  

Meski para ahli epidemiologi sekarang berusaha mengatasinya, namun masih jauh lebih lambat dibandingkan mempersiapkan perang fisik.

Dan epidemi Covid 19 yang luas akan membutuhkan ratusan ribu pekerja kesehatan. Tidak ada yang mengontrol pemberian perawatan. Tidak ada orang untuk diagnosis.  Tidak ada yang tahu alat apa yang akan digunakan.  

Misalnya, kita bisa saja mengambil darah orang yang selamat,  untuk memprosesnya, dan mengembalikan plasma itu kepada orang-orang untuk melindungi mereka.  Tapi ini bahkan tidak pernah terbukti.

Begitu banyak yang hilang.  Dan hal-hal ini sebenarnya adalah kegagalan global.  WHO didanai sesungguhnya untuk memantau epidemi, bukan untuk melakukan pemeliharaan kesehatan jangka pendek.

Di film-film itu berbeda.  Ada beberapa ahli epidemiologi yang siap beraksi,  mereka pergi dan siap bertarung melawan virus. Tapi itulah Hollywood. Gambaran sesungguhnya di dunia nyata tak seheroik ahli-ahli epidemiologi di Hollywood.

Coba kita tengok Ebola. Tahun 2021 ini ada sekitar 10.000 kematian karena Ebola. Dan dari jumlah itu hampir semuanya hanya terjadi di tiga negara Afrika Barat. Mengerikan dan luput dari pantauan WHO karena mereka sibuk dengan Covid 19.

Tapi mengapa Ebola tidak menyebar sedahsyat Covid 19? Ada tiga alasannya. Pertama, karena ada banyak petugas kesehatan yang heroik.  Mereka menemukan orang dan mencegah lebih banyak infeksi.  Kedua adalah sifat virus.  Ebola tidak menyebar melalui udara.  Dan ketika seorang pria terinfeksi dengan itu, sebagian besar dari mereka yang terkena dampak berada di tempat tidur.  Ketiga, tidak menyebar luas di kota-kota.  Dan itu hanya berkat keberuntungan.  Jika itu telah menyebar melalui kota-kota,  jumlah mereka yang terkena dampak akan jauh lebih tinggi.  

Jadi lain kali, umat manusia mungkin tidak seberuntung itu.  Mungkin ada virus di mana orang merasa baik saat mereka cukup terinfeksi naik pesawat atau pergi ke pasar. Mengerikan ya!

Sumber virus bisa menjadi epidemi alami seperti Ebola,  atau bisa jadi bio-terorisme.  Jadi ada hal-hal yang akan membuat situasi seribu kali lebih buruk.  

Lain lagi dengan kasus tersebarnya virus Influenza Spanyol melalui udara pada tahun 1918.  Jadi inilah yang akan terjadi:  Ini akan menyebar ke seluruh dunia dengan sangat, sangat cepat.  

Dan umat manusia sudah meilihat akibatnya, yaitu ada sekitar 30 juta orang meninggal karena epidemi Flu Spanyol. 

Jadi Covid 19 juga masalah serius. Manusia harus khawatir.  Beruntunglah, manusia bisa membangun sistem manajemen yang sangat baik.  

Manusia memiliki manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berkembang pesat. Manusia juga memiliki ponsel untuk diinformasikan oleh publik dan untuk menginformasikan kepada publik.  Manusia memiliki peta satelit di mana dapat melihat orang-orang berada dan ke mana mereka pergi.  

Manusia memiliki kemajuan dalam biologi  yang secara dramatis mengubah waktu penelitian agen penyebab penyakit  dan membuat obat-obatan dan vaksin untuk melawan agen penyebab tersebut.  Jadi manusia punya alat,  tetapi alat-alat ini perlu dimasukkan ke dalam sistem kesehatan global.

Dan manusia harus siap menghadapi epidemi seperti persiapan menghadapi perang fisik. Maka dari itu keterlibatan militer dalam menghadapi epidemi apapun selalu ada. Bahkan yang utama.

Tentara bisa bereksi cepat tanggap terhadap epidemi dibandingkan masyarakat sipil. Berikut adalah hal-hal yang harus kita hadapi dalam sebuah epidemi.

Apa saja hal-hal utama?  Pertama, manusia membutuhkan sistem kesehatan yang kuat di negara-negara miskin.  Sistem dimana ibu dapat melahirkan dengan aman,  di mana anak-anak dapat divaksinasi.  

Tetapi juga di mana kita dapat melihat wabah epidemi sangat awal.  Manusia membutuhkan tenaga medis cadangan:  banyak orang yang telah dilatih dan diinformasikan,  siap beraksi, berpengalaman.  Dan kemudian harus menghubungkan dokter dengan tentara,  memanfaatkan tentara untuk bergerak cepat, menyiapkan logistik  dan mengamankan daerah.  

Saat ini manusia butuh simulasi, game mikroba, bukan game perang. Akhirnya, dibutuhkan banyak Penelitian dan Pengembangan Lanjutan untuk vaksin dan diagnosis di daerah tersebut.  Ada beberapa virus yang sangat canggih, seperti virus kelenjar,  yang dapat bekerja sangat cepat.  

Perawatan Kesehatan Dasar, Penelitian Pengembangan,  dapat mengurangi ketimpangan kesehatan global  dan akan membuat dunia lebih aman.  Jadi, saya pikir ini harus menjadi prioritas mutlak.  Tidak perlu panik. Manusia tidak perlu mengumpulkan makanan dan berjongkok di ruang bawah tanah. Bukan perang nuklir yang ditakutkan. Tapi epidemi suatu penyakit seperti Corona saat ini.

Jika kita mulai sejak sekarang, kita akan siap untuk epidemi berikutnya. Semoga.

 

Komentar