Kisah Kasus Pembunuhan Dimana Korbannya Berziarah ke Makamnya Sendiri

Komentar · 89 Lihat

Ada banyak kasus pembunuhan di dunia maupun di Indonesia. Tak kalah menariknya kasus pembunuhan terbaru di Surabaya, kasus pembunuhan berencana, Angelina, misteri kasus pembunuhan Munir, pembunuhan di Apartemen Educity Surabaya. Ataupun kasus pembunuhan di Rembang dan Hotel Lotus Kediri.

Ada banyak kasus pembunuhan di dunia maupun di Indonesia. Tak kalah menariknya kasus pembunuhan terbaru di Surabaya, kasus pembunuhan berencana, Angelina, misteri kasus pembunuhan Munir, pembunuhan di Apartemen Educity Surabaya. Ataupun kasus pembunuhan di Rembang, Hotel Lotus Kediri maupun di Mojokerto.

Namun, aku mau berkisah sedikit tentang kasus pembunuhan yang lucu gaes. Tapi nggak lucu-lucu amat sih. Menegangkan juga kok. Kisahnya tentang kasus pembunuhan seorang istri yang dilakukan oleh suaminya sendiri.

Tapi menurutku, kisah kasus pembunuhan ini menarik untuk kita diskusikan atau sekedar untuk memenuhi perluasan pengetahuan kita tentang kasus-kasus pembunuhan yang ada di dunia ataupun kasus pembunuhan yang ada di Indonesia, yang akan aku kisahkan satu persatu nanti gaes. Kita mulai dari kisah keluarga warga Kongo di Australia, tahun 2016 silam.

Nowela merupakan seorang warga asal Kongo yang mengadu nasib di Australia. Sejak tahun 2004 silam, di tahun pertama kedatangannya dia sudah dibuat jatuh cinta oleh warga Afrika bernama Balengga Kalala. Dan setelah menjalani hubungan yang lumayan lama gitu ya akhirnya mereka memutuskan untuk menikah.

Awalnya sih hubungan mereka ya tampak harmonis saja seperti keluarga pada umumnya. Bahkan saat tahun 2015 lalu mereka sudah dikaruniai delapan anak. Semuanya tampak baik-baik saja dan belum ada permasalahan besar yang menimpa mereka.

Namun semuanya mulai berubah saat Nowela pulang ke negaranya pada bulan Januari 2016 untuk menghadiri pemakaman ibu tirinya. Dan saat itu Nowela hanya pergi seorang diri saja, tanpa suami ataupun salah satu anaknya dan mungkin karena rencananya sebentar saja gaes.

Sehari dua hari di negri asalnya lalu ke Australia lagi begitu acara pemakaman ibu tirinya selesai.

Dia memilih untuk tidur di hotel, bukan di rumah keluarganya, di rumah orang tuanya ataupun di saudaranya. Melainkan di hotel.

Nah setelah seharian cape dan sudah mau tidur, Nowela menelepon suaminya. Mungkin karena sudah kangen seharian tidak kontak suami dan anak-anaknya. Mereka berbincang seperti biasanya dan saling menanyakan kabar masing-masing.

Dan secara kebetulan suami Nowela menyuruhnya keluar dari kamar hotel untuk mencari udara segar gaes. Dan beberapa menit setelah keluar kamar tiba-tiba saja sekelompok pria menodongkan senjata kepadanya gaes! Dan menyuruh Nowela masuk ke dalam mobil mereka.

Hotel yang ditempati Nowela itu kayak hotel biasa saja, bukan hotel bintang 5. Posisinya itu benar-benar di pinggir jalan. Jadi kemungkinan tak ada penjagaan ketat seperti hotel berbintang biasanya.

Saat Nowela masuk ke dalam mobil penculiknya, mereka Langsung menutup kepala Nowela dengan kain hitam dan membawanya ke suatu tempat yang sangat terpencil.

Kemudian setelah sampai ditempat tujuan dia langsung diikat di kursi dan diintrogasi oleh para penculik.

Sang penculik menghardik Nowela sambil bertanya, “Apa yang kamu lakukan pada bos kami sehingga dia ingin membunuhmu?”

Nowela menjawab, “Aku tidak melakukan apa-apa. Aku baru aja pulang dari Pemakaman dan siapa sebenarnya Bos kalian? Siapa yang nyuruh kalian?”

Para penculiknya malah tertawa sambil berkata, “Balengga Kalala. Itu bos kami!”

Nowela terkejut! Mana mungkin suami tercintanya adalah orang yang menyuruh mereka untuk membunuhnya? Penculik itu langsung menelepon Bos mereka alias Balengga Kalala di hadapan Nowela langsung dan tak terduga suaminya langsung menyuruh mereka untuk mengeksekusinya. Nowela sangat terkejut! Kalau benar suaminya adalah dalang dibalik penculikan dan percobaan pembunuhan ini, Nowela pingsan.

Tetapi keberuntungan tampaknya masih berpihak pada Nowela. Para penculik itu memiliki prinsip yang sangat kuat. Mereka pantang membunuh wanita dan juga anak-anak. Jadi mereka berpura-pura sudah mengeksekusi Nowela dan meminta bayaran ke suaminya.

Padahal Nowela tidak diapa-apakan gaes alias masih hidup. Nah harusnya kalau prinsip mereka begitu, seharusnya dari awal tugas membunuh ini ditolak oleh para penculik. Tapi pekerjaan ini mereka terima. Mungkin para penculiknya lagi butuh uang banget gaes! Jadi pekerjaan ini mereka terima diterima ajalah padahal kan Bohong gak dieksekusi singkat cerita setelah dua hari disekap. Tapi jelas-jelas mereka bohon dan tidak membunuh targetnya karena seorang perempuan gaes!

Nowela akhirnya dibebaskan oleh para penculik dan tanpa sepengetahuan keluarganya dia kembali lagi ke Australia.

Nah di sisi lain sesaat setelah menginstruksikan penculik itu untuk mengeksekusi istrinya Balengga Kalala menginformasikan ke seluruh keluarga yang ada di Australia kalau istrinya itu telah meninggal dunia akibat kecelakaan yang tragis.

Beberapa hari kemudian Balengga Kalala mengadakan pemakaman untuk istrinya. Tapi, Nowela kan belum meniggal, masih hidup dengan sehat. Terus gimana caranya para penculik bisa setor jasad Nowela ke suaminya?

Ternyata Balengga Kalala percaya 100% ke para penculik sewaannya gaes. Nowela, pikir Balengga Kalala, kan meninggalnya karena di tembak. Bukan kecelakaan. Jadi karena ceritanya takut diketahui para tetanggal dan saudaranya, maka Balengga Kalala menyerahkan semua pengurusan pemakaman ke penculik sewaannya gaes. Dia tak mau ribet kelihatannya. Terima beres saja gaes!

Tentu saja para penculik berbohong gaes kalau istri Balengga Kalala sudah dimakamkan ya asal bikin kuburan saja gitu. Padahal tak ada jasadnya.

Seperti kisah di film-film aksi, Nowela datang kerumahnya tepat setelah pemakamannya dilakukan. Tapi tak langsung datang ke rumah. Dia ngumpet dulu gaes. Dia menunggu seluruh kerabat yang datang melayat pulang dulu hingga yang tersisa hanya ada keluarganya saja.

Nah setelah dirasa sudah cukup sepi dia pun datang menghampiri suaminya yang saat itu sedang berada di depan rumah mereka. Hal itu sangat mengejutkan Balengga Kalala. Dia malah sempat mengira yang datang itu adalah hantu istrinya.

Tapi pas dipegang-pegang dan diraba-raba ternyata dia adalah benar-benar istrinya. Melihat suaminya yang sedang ketakutan, tanpa basa-basi Nowela langsung menelepon polisi untuk melaporkan kejadian yang dialaminya dan Balengga Kalala pun ditangkap polisi dengan tuduhan percobaan pembunuhan terhadap istrinya sendiri.

Saat pertama kali ditangkap ia menyangka segala tuduhan yang dilayangkan kepadanya. Namun para penculik yang dibayar olehnya tertangkap juga dan para penculik itu memberikan informasi terkait transaksi yang mereka lakukan dan akhirnya Balengga Kalala divonis hukuman sembilan tahun penjara.

Dan kalian akan terkejut gaes! Nowela justru membela sang penculik untuk diringankan hukumannya karena para penculik itu enggak jadi mengeksekusinya. Ya intinya Nowela itu berterima kasih karena para penculik itu tak jadi menembaknya.

Sampai saat ini belum diketahui pasti apa sih motif Balengga Kalala ingin mengeksekusi istrinya sendiri? Tapi beberapa orang menduga kalau ini adalah faktor kecemburuan karena Nowela dituduh suami dekat dengan pria lain.

Yang jelas dari kisah ini kita bisa ambil pelajaran. Kalau ada masalah dengan siapapun entah itu temen, pacar atau orang tua bahkan suami istri, alangkah bagusnya bisa dibicarakan baik-baik ya gaes. Karena yang namanya hawa nafsu bisa saja merusak akal pikiran sehingga menimbulkan pikiran jahat seperti yang dialami oleh Balengga Kalala ini.

Semoga Kejadian ini bisa menjadi pelajaran penting bagi kita semua agar bisa bersikap lebih dewasa dalam menghadapi masalah ya gaes.

Yuk, nantikan kisah-kisah berikutnya yang aku rangkum dari berbagai sumber. Thanks ya gaes sudah membaca tulisanku.

Komentar