Kok Bisa 50 Tahun Mendatang Tanah di Jakarta Bakal Ambles 5 Meter

Komentar · 139 Views

Sebagai salah satu warga negara Indonesia, meskipun di negara kita ini masih banyak hal yang menjengkelkan seperti ketimpangan sosial, semrawutnya jalan, nggak becusnya pejabat pemerintah, sampai banyaknya kasus korupsi. Bagaimana Indonesia 50 tahun mendatang?

Sebagai salah satu warga negara Indonesia, meskipun di negara kita ini masih banyak hal yang menjengkelkan seperti ketimpangan social, semrawutnya jalan, nggak becusnya pejabat pemerintah, sampai banyaknya kasus korupsi.

Sejak kemerdekaan 1945 kemarin sudah banyak hal yang dilalui Indonesia. Nah pertanyaannya sekarang kira-kira bakal gimana sih Indonesia 50 tahun ke depan dari hari ini ? Akankah Indonesia menjadi lebih buruk atau justru menjadi lebih maju seperti Korea, Jepang, atau Amerika Serikat ya?

Meskipun semuanya belum jelas, kita sama-sama akan menelusuri jawaban pertanyaan tersebut. Berikut apa yang terjadi pada negara Indonesia selama 50 tahun kedepan, setidaknya sesuai dengan fakta hari ini. Saya sadurkan dari beberapa sumber ya gaes. Simak yuk perkiraannya.

Pertama, kita pasti membahas soal populasi manusia yang menghuni Ibu Pertiwi. Sekarang berdasarkan data sensus penduduk tahun 2020 yang dijalankan oleh Badan Pusat Statistik Indonesia per 2020 kemarin penduduk Indonesia sudah mencapai angka fantastis hingga 272 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sekitar 1,25 persen.

Dalam data sensus tersebut pulau Jawa menjadi pulau terpadat dengan menampung 56,10% total penduduk Indonesia. Ini sih setara dengan 151.642.549 jiwa dan akan terus bertambah loh.

50 tahun mendatang populasi dunia akan meningkat sekitar tiga kali lipat, tidak terkecuali untuk Indonesia. Jika sekarang Indonesia memiliki 272 juta jiwa maka 50 tahun ke depan populasi Indonesia akan mencapai sekitar 810,6 juta jiwa.

Dengan angka fantastis ini jika pulau Jawa masih menjadi pemegang populasi utama. Setidaknya pulau Jawa saja memiliki 453 juta penduduk. Nah dengan penduduk yang segitu banyak mungkin saja pulau Jawa akan berakhir seperti Beijing di China yang pernah mengalami kemacetan terparah selama sebelas hari penuh.

Pulau Jawa salah satu rumor paling penting dari pulau terpadat di Indonesia. Isu Jakarta bakal tenggelam menjadi rumor taka da habisnya. Singkatnya diprediksikan gak lama lagi Jakarta akan tenggelam karena tanah ambles yang diakibatkan karena berlebihnya kapasitas penduduk Ibukota. Tak main-main, diprediksikan tanah ambles tersebut akan menurunkan tinggi tanah Jakarta hingga lima meter.

Pastinya perubahan besar akan terjadi di Ibu Kota Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan bisnis selama ini.

Nah karena kemungkinan inilah maka pada tahun 2019 kemarin pemerintahan presiden Jokowi yang sekarang merencanakan pemindahan pusat pemerintahan Indonesia ibukota baru di Kalimantan. Peletakan batu pertama sudah dilakukan pada April 2021 ini dan sudah akan selesai pada Agustus 2024 mendatang.

Dengan adanya pemindahan ini tentu saja banyak hal yang akan berubah dari pulau Kalimantan seperti semakin gundulnya hutan karena pasti bakal di eksploitasi lahan hingga mekarnya gedung-gedung beton bertingkat seperti di Jakarta.

Jadi sebenarnya pemindahan ibukota ini juga bukan solusi yang ajib-ajib banget ya. Kecuali arsitek Indonesia bisa buat ibukota baru mirip kayak Wakanda yang jadi tempat tinggal Black Panther, Wakanda Forever.

Sebagai salah satu negara yang tengah memajukan sektor industry, wajar saja kalau limbah industri Indonesia terbilang sangat banyak. Contohnya saja Sungai Citarum yang diklaim dicemari limbah industri sebanyak 349.000 ton perhari. Hal ini sudah berlangsung lama bahkan seakan-akan ditutupi bahkan ini dilupakan tanpa adanya penanggulangan berarti.

Memang kedengaran kejam tapi hal itu memang terjadi di negara kita dan diprediksi akan terus memburuk karena banyaknya limbah berbahaya yang dicoret pemerintah dari daftar limbah berbahaya pada tahun 2021 ini.

Seperti limbah batubara dan juga limbah sawit, padahal jika melihat sisi dampak kedua limbah berbahaya ini limbah batubara dan sawit bisa menimbulkan beragam hal mengerikan mulai dari gatal-gatal hingga gangguan pernafasan.

Jika sikap ini terus berlanjut maka pada 50 tahun mendatang Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan kerusakan lingkungan terburuk di dunia! Bukan cuman karena limbah kerusakan lingkungan, Indonesia juga akan diperparah dengan laju pengrusakan hutan.

Berdasarkan data dari badan Planologi Kementerian Kehutanan, laju kerusakan hutan Indonesia sudah mencapai 3-8 juta hektar per tahun. Ini membuat Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat kerusakan hutan tertinggi di bumi ini dan juga akan terus berlanjut dalam 50 tahun ke depan.

Jangankan jadi paru-paru dunia, punya hutan yang tersisa aja kita udah bisa bersyukur.

Di bidang ekonomi yang berurusan dengan devisa atau valuta asing yang digunakan untuk transaksi pembayaran luar negeri, dalam perkembangan dunia perekonomian Indonesia 50 tahun ke depan devisa Utama Indonesia diyakini akan didominasi oleh kelapa sawit.

Hal ini dibuktikan dengan luas lahan kelapa sawit Indonesia yang sudah mencapai 16.384 hektar. Berdasarkan pernyataan dari dokter Jerry Sambuaga selaku wakil menteri perdagangan Indonesia, kelapa sawit kini bisa menjadi peluang besar memajukan ekonomi Indonesia karena sudah berhasil membawa keuntungan ekspor sebesar 117 Milyar Dollar atau setara dengan 1.684 Triliun Rupiah.

Dengan nilai fantastis ini konon Indonesia akan menjelma menjadi raksasa ekonomi pada tahun 2030 mendatang dengan modern. Posisi keempat sebagai raksasa ekonomi dunia tapi ini kalau dibarengin rusaknya alam kita yang cantik ini apa gunanya ya jadinya?

Begitu pula dengan sarana transportasi pada tahun 2021 ini masyarakat Indonesia lagi seru-serunya membahas keberlangsungan dan pengembangan sarana transportasi pribadi baru, yaitu mobil listrik. Dalam beberapa tahun mendatang Indonesia diprediksi menjadi negara dengan mobil listrik non polusi. Itulah mengapa Indonesia sangat antusias menguasai dan mendominasi pasar baterai mobil listrik.

Bahkan saking ambisiusnya pada akhir 2020 kemarin Republik Indonesia mendapatkan investasi fantastis senilai 9,8 juta US Dollar atau setara dengan 140 milyar rupiah. Nah, Indonesia bakalan menjadi negara yang menerapkan mobil listrik untuk transportasi utamanya. Keren kan gaes! Siapa tahu Indonesia bisa bebas polusi asap knalpot dengan penggunaan mobil listrik 50 tahun mendatang. Aamiin.

Komentar