Secepat Inikah Covid 19 Menulari Kita

Komentar · 192 Lihat

Pemerintah sudah melarang mudik saat Lebaran 2021 kemarin. Tapi banyak masyarakat yang membandel dan nekat mudik. Seharusnya mereka sadar bahwa larangan mudik itu hanya sementara. Setidaknya tahun 2021 ini adalah yang terakhir larangan itu ada. Sebab pandemi masih mengintai kita semua.

Perang melawan virus corona masih berlanjut. Sampai tulisan ini saya tulis, jumlahnya udah naik sampai segini banyaknya. Cari sendiri ya datanya, karena data yang update cepat banget berubahnya.

Dan, yang lebih menyeramkan, ini masih bisa banget naik berkali-kali lipat, kalau kita nggak bergerak sekarang juga. Jadi, yang pertanyaan besar setiap orang adalah: bisakah Indonesia menahan laju kecepatan penularan Covid 19? 

Kita mesti tanggap. Gubernur Jakarta udah ngelakuin simulasi yang nunjukin bahwa, kalau kita nggak bertindak, dalam dua minggu ke depan, akan ada 6000 kasus pasca Lebaran kemarin, hanya di Jakarta sendiri. Bayangkan itu baru Jakarta, belum se-Indonesia. 

Jangan sampai kita kayak negara lain yang juga sekarang kewalahan ngadepin pandemi ini. Jadi, dalam keadaan kayak gini, apa yang mesti kita lakukan? Jawaban singkatnya yang paling mudah adalah: jaga jarak sosial atau social distancing. 

Ya, karena data nunjukin dengan ngelakuin jaga jarak dan diam di rumah, penularannya kita lihat bisa turun sangat drastis. Jadi, buat kalian yang punya gejala flu, penting banget untuk ngebatasin aktivitas dan enggak keluar rumah biar nggak nularin orang lain. 

Tapi nggak cuma buat kalian yang sakit, kalian yang sehat pun perlu banget ngebatesin segala aktivitas di luar sekarang juga. Oke, mungkin itu semua kita udah tahu.

Tapi pertanyaannya, kenapa ini sebegitu pentingnya dan efektif? Jawabannya, karena virus corona punya jurus hebat yang bisa bikin dia sembunyi di tubuh orang yang sehat. 

Yang mengerikan adalah, bisa aja sebenarnya kita udah ketularan, tapi kita enggak ngerasa sakit karena imun tubuh kita kuat. Tapi faktanya, begitu kita kontak dengan orang yang punya kekebalan tubuh tidak baik atau imunnya sedang turun, maka kita dengan mudah menulari virus kepada mereka. 

Biar gampang kebayang, lihat ilustrasi ini. Bayangin ada banyak pergerakan orang di luar sana. Coba untuk sementara kita bayangin kalau virus corona ini tiap kena orang baru akan langsung menular. Ya, terlihat mengerikan. 

Tapi meskipun begitu, kabar baiknya kalau kita udah sembuh dari suatu virus, kita jadi lebih kebal dari mereka. Jadi, kemungkinannya ketularan lagi itu sebenarnya kecil banget. 

Tapi, yang mesti kita waspadai kalau kita enggak ngebatesin aktivitas dan kontak fisik, dalam waktu cepet banget bakalan ada banyak orang yang langsung tertular. Beda ceritanya kalau hampir semua orang memutuskan untuk ngelakuin social distancing dan ngebatesin aktivitas dengan diem di rumah aja, laju penularannya bisa jauh kita perlambat seperti yang terlihat sebelum Lebaran kemarin. 

Tapi, ya, tadi semua itu cuma gambaran singkat. Aslinya, virus corona bisa menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Banyak orang yang mungkin bukannya sembuh, malah meninggal. Jangan sampai kita terlambat dan bikin banyak orang terdampar di UGD tanpa dapat pelayanan atau fasilitas karena jumlahnya terbatas.

Dan, ya, mungkin sekarang kita makin ngerti kalau virus satu ini memang sangat gampang menular, tapi, walaupun begitu, kita masih harus tetap berusaha dan optimis di kondisi sekarang ini. Karena, kalau mau dibandingin, manusia pernah ngalamin wabah yang jauh lebih buruk, dari flu babi di tahun 2009 sampai flu spanyol di tahun 1918, yang merupakan pandemi terparah dalam sejarah manusia. 

Tentu itu semua terjadi karena teknologi waktu itu tak semaju sekarang dan belum bisa mendukung fungsi dokter saat itu. Tapi dengan teknologi kesehatan modern yang kita miliki, kerja sama antar negara yang makin erat, serta dengan bantuan para pahlawan-pahlawan kita ini, semoga kita semua bisa segera keluar dari pandemi ini. 

Saat setiap orang bertanya apa yang harus dilakukan, tetaplah ingat untuk menjadi dan tetap menjadi orang yang terbaik meski pandemi masih ada. Belilah barang-barang secukupnya. Hargai setinggi-tingginya bagi mereka yang harus tetap bekerja di luar rumah. Tetap tenang dan berkepala dingin di sosial media. Jaga diri dan jaga orang-orang terdekat kita. 

Jangan lupa, berikan apresiasi sebesar-besarnya kepada mereka, orang-orang yang berada di barisan terdepan, bekerja tanpa pamrih untuk nyelamatin kita semua.

Dan seperti biasa, terima kasih. Terima kasih udah membaca tulisan uneg-uneg saya ini. Punya pertanyaan lagi? Tulis aja di kolom komentar di bawah. Keep asking and stay curious!.

 

Komentar