KARAKTER 3 S dalam era Disruption

Komentar · 101 Lihat

KARAKTER 3 S dalam era Disruption, perubahan menjadi amat cair dan bergerak mengikuti 3 S, yaitu Speed, Surprises dan Sudden Shift

KARAKTER 3 S

Esai
#62

Dalam era Disruption ,perubahan menjadi amat cair dan bergerak mengikuti 3 S,yaitu _speed,Surprises dan Sudden Shift



Speed


Kita ketahui bahwa perubahan pada era ini bergerak begitu cepat karena didukung oleh teknologi,validitas suatu informasi juga dengan cepat diketahui kebenarannya. Semuanya serba cepat,tak lagi bergerak linier,melainkan eksponensial.


Surprises


Perubahan abad ini juga menimbulkan surprise atau kejutan. Manusia,CEO,pemimpin,dan para eksekutif terkejut karena banyak hal baru yang tidak terduga dan menimbulkan dampak yang luar biasa.

Tidak ada yang menyangka harga batu bara dan migas begitu cepat berbalik arah. Tidak ada yang menyangka sosok orang yang biasa-biasa saja justru dipilih rakyat sebagai pemimpin,demikian pula dengan orang yang tidak dikehendaki.

Ada banyak hal yang tidak terduga.
Manusia butuh kreatifitas dan jejaring yang lebih luas.
Sebagaimana disampaikan Paulo Coelho You have to take risks,we Will only understand the miracle of life fully when we allow the unexpected to happen.

Sudden Shift


Banyak hal mengalami pergeseran tiba-tiba,bukan menghilang. Pasar dan pelanggannya tetap di sana,tetapi kini diam-diam berpindah. Banyak orang merasa segala sesuatu mengalami kelesuan karena siklus ekonomi. Nyatanya ,rezeki dapat mengalami perpindahan secara tiba-tiba.

Dalam discruption,gejala ini disebut sudden shift (tiba-tiba berpindah).

Fakta sebenarnya tidak berubah,konsumennya tetap disitu,populasinya tetap besar,semua butuh makan,minum,transportasi,gadget,hiburan, dan sebagainya.Akan tetapi,siapa yang menikmati perpindahan itu?

Sudah begitu,perpindahan itu mengejutkan karena seakan tiba-tiba (sudden),cepat sekali (speed) dan membuat kita terkaget-kaget(surprise). Mengapa? Ini karena kita mengabaikan,kita menyangkal,kita gemar berolok-olok,berpolitik,bersiasat,berpura-pura menyelamatkan (padahal tidak),terkadang mengatasnamakan rakyat,menghiburnya,dan seakan-akan masalahnya ada ditempat lain.

Sebagai contoh,shifting data penjualan ritel Indonesia yang dilaporkan turun besar-besaran.
Pergeseran perilaku perbankan juga cukup berdampak dengan beralih dari loket bank ke mobile banking dan crowdfunding,peer to peer lending melalui financial technologi (fintech),pergeseran BBM ke WhatsApp,dan medsos lainnya,semua mengalami gejala shifting dengan cepat.

Komentar